Kembali Ke Index Video


Kontraktor Tabrak UU Pertambangan ? 'Proyek Talut Gayamharjo Gunakan Galian C

Senin, 9 Desember 2019 | 14:53 WIB
Dibaca: 232
PENGERUKAN MEMAKAI GALIAN C UNTUK PROYEK DI LOSARI GAYAMHARJO SLEMANM KINI TELAH RAMPUNG ,

Prambanan -pastvnews.com sebuah proyek  dugaan tak miliki izin penambangan galian C  tampak mengoperasikan  alat berat  berupa eskavator  untuk menggempur bukit milik warga setempat di Padukuhan Kalinongko kidul Gayamharjo Sleman Yogyakarta untuk  mengisi proyek tebing Losari di Desa Gayamharjo

Proyek BPBD Sleman ini dikerjakan oleh Kontraktor swasta asal Sukoharjo Jateng senilai 1, 3 milyar.

Hasil investigasi media pengerjaan proyek kemungkinan tak ada masalah dalam pengerjaan, namun saat membutuhkan urug yang talutnya setinggi lebih dari 2 meter  justru menggunakan uruk tanah  milik salah satu warga setempat dengan menggempur  lereng, di atas proyek milik warga 

Gambar ini diambil 15 November 2019 pada saat alat berat beroperasi untuk mengurug proyek talut dengan mengisi truk pengangkut tanah galian C yang bercampur  Batu 

Dukuh setempat selaku pemilik wilayah saat dihubungi dirumahnya 5 Desember 2019 mengatakan, saya tak mengetahui terkait penambangan apa ada izin dari Dinas atau tidak.

Yang jelas sela,ku dukuh mendapat proyek senangm sedang warga pemilik membolehkan kalau angkutan truk itu setahu saya sewanya sehari 400.000  dipakai selam kurang lebih 2 minggu kerja.

Letika awak media mencari informasi, dan ketemu salah satu warga yang mengetahui pembegoaan untuk urug proyek yang di bukit kecil milik warga tersebut mengatakan setiap angkut  pemillik dikasih Rp. 20.000 untuk per ritnya jumlahnya ratusan rit 'pak, 'papar salah satu warga yang meminta tak disebut namanya dalam warta ini.

Sementara itu Wasis wakil mandor saat di tanya justru melempar ke mandor  Bp. Eko, dirinya mengaku masih baru,

Kemudian mandor  kepercayaan perusahaan langsung dihubungi dan ketika dikontak  awak media ini via WA  berkaii - kali justru tak kunjung menjawab,

Ketika kantor perusahaan kontraktor CV Noyorono saat dihubungi via email untuk dikonfirmasi juga tak pernah menjawab dan membalasnya.

Sementara itu UU Pertambangan No. 5 Yahun 2009 yang telah di teken Presiden Susilo RI  Bambang Yudoyono m mengamanatkan

Pasal 36

(1)    IUP terdiri atas dua tahap:

IUP Eksplorasi meliputi kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi kelayakan;b. IUP Operasi Produksi meliputi kegiatan konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, serta pengangkutan dan penjualan.

(2) Pemegang IUP Eksplorasi dan pemegang IUP Operasi Produksi dapat melakukan sebagian atau seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1

UP Eksplorasi

(3) Pemegang IUP Eksplorasi yang ingin menjual mineral atau batubara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib mengajukan izin sementara untuk melakukan pengangkutan dan penjualan.

Pasal 160

(1) Setiap orang yang melakukan eksplorasi tanpa memiliki IUP atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 atau Pasal 74 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

 

Pengerukan galian C untuk untuk urug jelas melanggar UU pertambangan RI yang pelakunya sesuai UU  bisa dikenai pidana karena penambangan harus memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP)

Proyek tersebut meski kini 7 Desember 2019 proyek hampir selesai juga tak ada jawaban tentang penggunaan galian C untuk pengurukan diproyek BPBD .

Jika setiap ada proyek mengeruk tanah meski warga membolehkan seharusnya Perusahaan miliki IUP. jika ini di biarkan maka akan berdampak tidak patuh dan melanggar UU Pertambangan yang dendanya banyak dan merusak lingkungan. tim red




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi