Kembali Ke Index Video


Rencana Revitalisasi Jembatan Sungai Belik Wonokromo Pleret Bantul Selalu Gagal

Sabtu, 6 Juli 2019 | 21:07 WIB
Dibaca: 130
Rencana Revitalisasi Jembatan Sungai Belik Wonokromo Pleret Bantul Selalu Gagal
JEMBATAN YANG SEMPIT WARGA DAN PEMDES WONOKROMO PLERET BANTUL MINT DI REVITALISASI AGAR LEBARNYA NORMAL

Bantul - Media online Pastvnews.com, warta daerah jembatan sempit dan sudah tidak layak mestinya segera di perlebar oleh pemerintah Kabupaten Bantul.

Faktanya sudah berkali kali  telah dimasukan ke dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa justru tidak di bangun,  seperti halnya jembatan Sungai Belik  yang ada di wilayah di Wonokromo Pleret Bantul DIY hingga kini belum dibangun (diperbaiki).

Keberadaan jembatan yang dibuat pada tahun 1984 itu sangat vital, karena menghubungkan dusun Jejeran, Jati, Pandes 1 dan Pandes 2. Sementara meski kondisinya sudah tidak layak untuk dipergunakan hinga kini terpaksa masih di pakai dan belum dibangun",

kata Lurah Desa Wonokromo Pleret, H Edy Pudjono SIP.MAP didampingi Kasi Kesra M Ikhsan, ketika berbincang dengan awak media Pastvnews, di Wonokromo, Sabtu (6/7).

Edy menambahkan, sebenarnya Pemerintah Desa Wonokromo menginginkan jembatan di revitalisasi agar lebih normal sehingga jika terjadi misal papasan kendaraan roda 4 bisa berjalan.

Pemdes Wonokromo telah merencanakan bahkan juga sudah menganggarkan sekitar Rp.400 juta  untuk membangun kembali jembatan tersebut

Namun,  hal itu hingga kini terpaksa tidak bisa terlaksana alias  gagal karena  sarana umum itu masuk dan jalan yang berstatus jalan Kabupaten dengan demikian anggaran pembangunannya untuk jembatan tidak bisa di danai dari Pemdes. Akan tetapi menjadi tanggungan Pemda Bantul dan harus dengan dana APBD Kabupaten pula.

Tentu  Pemerintah Desa Wonokromo melihat kondisi jembatan tersebut menjadi delema sebab Kami siap membangun dan telah menyediakan anggaran namun tidak boleh untuk membangunnya.

Karennya untuk membangunnya harus menunggu dari Kabupaten dan faktanya hingga sekarang juga belum terealisasi. Padahal  sarana itu kondisinya sudah tidak layak lagi", tambah M Ikhsan.

Ia menjelaskan, dengan fakta itu semua, maka diharapkan pemerintah Kabupaten segera membangun kembali jembatan vital tersebut karena jembatan sudah tidak layak untuk dipergunakan.

Dengan kenyataan itu, maka diharapkan jembatan segera dibagun kembali sehingga menjadi layak untuk dipergunakan bagi masyarakat umum dan pengguna jalan.

Hasil pengamatan wartawan media pastvnews di lapangan menunjukkan panjang jmbatan sekira tujuh hingga 10 meter.

Sedangkan lebarnya hanya sekitar dua setengah meter, dan ini tidak layak untuk berppasapan jika ada 2 kendaraan rod 4 sehingga yang satu harus berhenti menghindari jembatan sempit tersebut. ‘Supardi




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi