Kembali Ke Index Video


Makna Imlek Bagi Warga Tionghoa di Indonesia

Sabtu, 10 Mei 2014 | 10:42 WIB
Dibaca: 1500
Makna Imlek Bagi Warga Tionghoa di Indonesia
LENTERA MERAH SERING DI TAMPILKAN DALAM PERAYAAN IMLEK WARGA TIONGHOA

Media elektronik PAS TV NEWS.COM,  Mungkin ada sebagian orang Indonesia belum tahu apa imlek itu ? Imlek di rayakan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di rayakan di seluruh Dunia.

Berikut ini hasil bincang bincang wartawan pastvnews.com dengan Koh bing seputar Budaya Tionghoa. 

Perayaan imlek ini di maksud untuk menjalin keakraban  dan kekeluargaan dan sesama Etnis Tionghoa, selain terjalin sesama tetangga dan merupakan budaya dari nenek moyangnya.

Menurut Koh Bing atau juga di kenal R.Herianto Kurniawan MBA, pemilik dari usaha toko Emas Kranggan di jalan Adi Sucipto Jogjakarta.

kepada pastvnews, Bahwa kegiatan seputar imlek di lakukan setahun sekali dan tentunya da gelaran seni barongsai dan liang liong, jadi kegiatan semaca ini tidak tergantung agam tertentu kata Kohbing.

Lebih lanjut Kepada media Pas tv news, Kohbing yang menjadi ketua kesenian Perwacy (perhimpunan warga Cantonese Yogyakarta) mengungkapkan, sejarah dan asal usul tahun baru imlek tidak banyak orang yang tahu namun, orang Tionghoa biasanya hanya merayakan dari tahun ke tahun bila kalender atau penanggalan imlek yang telah menunjukan tanggal satu bulan satu.

Sedang para Warga Tionghoa dalam merayakannya, selalu berbeda baik dari suku 1 dengan suku yang lainnya dan jelas di Indonesia juga demikian “kata Kohbing”.

Acara perayaan Imlek ada yang lantas memulai dengan melaksanakan sembahyangan kepada Thian dan para Dewa, Leluhur, bahkan ada pula yang menggelar dengan makan ronde bersama, selain melakukan kunjungan ke berbagai family dan membagikan kue keranjang bersama keluarga mereka dengan suasana penuh keakraban.  

Dalam perkembangan sebenarnya penanggalan Tionghoa di pengaruhi oleh 2 sistem kalender yakni system Gregorian, dan system bulan matahari, dimana setahun terbagi rata menjadi 12 bulan.

Kemudian tiap bulannya terdiri dari 30 hari, selanjutnya penanggalan tersebut masih di lengkapi pembagian 4 musim yang kesemuanya itu terkait ada hubunagn erat dengan perubahan perubahan yang terjadi pada alam semesta.

Tentu saja pembagian musim ini dapat berguna bagi warga petani dalam memulai dan memasuki panen, “jelas Kohbing kembali.

Perayaan tahun imlek seperti pada tahun 2014 lalu dalam penjamuan acara paniatia menyuguhkan ragam kue, kembang gula, manisan, kue keranjang dan sembahyangan. Dalam setiap perayaan imlek, slogan yang di sampaikan adalah Xin  Nian Kual Lie, serta Gong Xi Fa Cai, yang artinya selamat tahun baru, semoga sukses.

Sedang perayaan yang terlihat memerah dengan menggantungkan Lentera , kemudian membunyikan petasan, dan menyembunyikan sapu, merupakan bagiuan dari keuninakan tersendiri dari sebuah perayaan imlek tersebut.

Rentetan dari acara imlek biasanya masyarakat Tionghoa juga menempel gambar Dewa penjaga pintu pada hari - hari perayaan, demikian di ungkapkan Kohbing soal bincang bincang terkait soal imlek warga Tionghoa di tokonya 9 Mei 2014. p/@




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi