Jelang Hari HBKN Idul Fitri 2026, Di Pastikan Harga Beras dan Minyak Kita Stabil. Stok Dipastikan Aman
Rabu, 25 Februari 2026 | 09:09 WIBYogyakarta - Pastvnews.com Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Daerah Istimewa Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, melakukan inspeksi langsung ke sejumlah pasar di wilayah Yogyakarta pada Selasa, 24 Februari 2026.
Salah satu lokasi yang ditinjau adalah Pasar Prawirotaman untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri.
Dari hasil pemantauan di lapangan, harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng Minyakita terpantau stabil. Beras SPHP dijual pada kisaran harga Rp 60.000 hingga Rp62.000 per kemasan 5 kilogram, sedangkan Minyakita dijual sekitar Rp15.500 per liter.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), rata-rata harga beras medium di wilayah DIY berada pada angka Rp13.245 per kilogram dan Minyakita Rp15.560 per liter. Harga tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sehingga tergolong aman dan terkendali.
Dedi Aprilyadi menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan harga secara berkala guna memastikan kondisi pasar tetap stabil, khususnya dalam menghadapi periode Ramadhan dan Idul Fitri. Ia juga menegaskan bahwa stok komoditas pangan dalam kondisi sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami terus melakukan monitoring harga di pasar untuk memastikan harga pangan tetap terkendali, terutama menjelang HBKN Idul Fitri. Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan,” ujarnya.
Kegiatan pemantauan yang dilakukan di Yogyakarta ini merupakan bagian dari inspeksi pasar serentak yang dilaksanakan di seluruh Indonesia pada hari yang sama.
Dari pusat, Direktur Utama Perum Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa jajaran Kantor Wilayah telah diinstruksikan untuk meningkatkan pemantauan harga dan stok beras serta Minyakita di pasar rakyat maupun pasar induk selama periode Ramadhan dan Lebaran 2026.
Ia menegaskan tim hadir langsung di lapangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan pasokan tersedia dalam jumlah cukup. Secara nasional, stok Cadangan Beras Pemerintah saat ini mencapai sekitar 3,5 juta ton dan berada dalam kondisi aman.
Untuk komoditas Minyakita, perum memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan pemerintah dengan harga mengacu pada HET melalui skema distribusi langsung dari gudang ke pasar guna menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen.
Selain itu, kami mengintensifkan sinergi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, dan instansi terkait guna mencegah potensi spekulasi harga serta gangguan distribusi selama periode HBKN.
Upaya ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan kondisi pasar yang kondusif baik di tingkat daerah maupun nasional.
Melalui langkah pemantauan langsung di lapangan serta dukungan stok yang memadai, kami menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan hingga pasca-Lebaran 2026. (Mar)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'



